Bob Sadino’s Quadrant
Robert Kiyosaki, dalam bukunya yang berjudul Rich Dad, Poor Dad, menggambarkan sebuah kuadran dan membagi seluruh pekerjaan yang ada di dunia menjadi 4 kelompok: Employee, Self-Employee, Business Owner, dan Investor. Terinspirasi dari kuadran ini, Bob Sadino, dalam seminar berjudul Success yang saya hadiri beberapa waktu lalu di FEUI, menggambarkan sebuah kuadran tentang proses yang harus dilalui seseorang sebelum menjadi seorangentrepreneur.

Tapi sebelum membaca lebih jauh, ada baiknya Anda tahu siapa Bob Sadino ini. Beliau adalah pebisnis dan wirausahawan terkenal yang memiliki jaringan Kemchicks dan Kemfood. Mantan sopir taksi dan tukang batu ini terkenal karena ia memulai usahanya dari nol, dalam kondisi keuangan yang serba pas-pasan. Menurut penuturannya, beliau lah yang pertama kali memperkenalkan ayam ras (atau ayam negeri) beserta telurnya di Indonesia (cerita lebih jauh dapat Anda baca di halaman yang saya tulis di sini). Salah satu hal yang menjadi ciri khas beliau adalah bahwa beliau tidak pernah mempercayai–bahkan merendahkan–teori-teori manajemen atau ekonomi. Beliau percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur, jadi kita tinggal mengikuti alirannya saja.
Ada satu kalimat menarik yang beliau ucapkan di seminar tersebut:
“”Siapa mau jadi entrepreneur angkat tangan! Nah, yang angkat tangan, kalau kalian mau jadu entrepreneur, kalian harus KELUAR dari FEUI ini, DO!”
Kuadran
Bob Sadino mengatakan ada 4 tahap yang dilalui seseorang bila ingin menjadi entrepreneur yang berhasil. Tahapan tersebut adalah: Belajar Ilmu Pengetahuan, Belajar di Masyarakat/Jalanan, Memiliki Keterampilan, dan yang terakhir Menjadi Entrepreneur.

Meskipun sering mencela akademisi, Bob menyetujui bahwa pendidikan akademis juga penting bagi seorang calon entrepreneur. Belajar di sini maksudnya kita mempelajari teori-teori yang dikeluarkan para ahli. Namun demikian, jangan 100% percaya atau mendewakan teori-teori tersebut, karena teori dibuat berdasarkan asumsi, dan asumsi itu seringkali tidak terjadi di dunia nyata. Satu hal yang disarankan Bob untuk orang yang masih ada dalam tahapan ini adalah untuk baca dan terus membaca.
Tahap kedua adalah Belajar Di Masyarakat. Pada tahap ini, seseorang harus belajar bergaul dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkannya di masyarakat. Namun perlu diingat, dalam tahap ini, seseorang tetap masih harus mempelajari dan mengulang hal-hal yang didapatkannya di sekolah/kampus. Karena itu lah Bob menggambarkan panah bolak-balik di antara kuadran Sekolah dan Masyarakat.
Kuadran yang ke-3 adalah memiliki keterampilan. Keterampilan didapatkan setelah kita mencoba mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Yang termasuk keterampilan ini di antaranya accounting, penggunaan komputer dll.
Nah, setelah melewati 3 tahap tadi, baru lah seseorang dapat menjalani tahap ke-4, yaitu menjadi entrepreneur. Tapi menurut Bob, menjadi entrepreneur bukanlah akhir dari segalanya. Seorang entrepreneur harus belajar dan membaca lebih banyak lagi. Dengan kata lain, ia harus mengulangi lagi proses no. 1, yaitu Belajar Ilmu Pengetahuan, kemudian ke proses proses 2, lalu ke proses 3, setelah itu ke proses 4, lalu mengulang lagi ke proses 1…Semua menjadi siklus yang berputar berlawanan dengan arah jarum jam.
September 16, 2008 at 9:49 am
nah…loh…
lu sendiri gmn cy??
udah berhasil di proses pertama belom??
kalo udah,,, ajarin gue yah
hehehe
September 16, 2008 at 2:23 pm
belom, masih dalam proses hehehee
September 16, 2008 at 4:43 pm
o0o lo teh ira ya? shu2
September 18, 2008 at 12:09 am
Salam Kenal, kalo bicara Bob Sadino gue sich salut ama doi,banyak yang musti kita pahamai dan pelajari dari dia.
Tq..