PON XVII dan Maskotnya

Selasa, 8 Juli 2008 yang lalu terjadi kericuhan di Samarinda, Kalimantan Timur. Sejumlah orang yang mengatasnamakan Solidaritas Dayak Bersatu menghancurkan atribut PON di sebuah kompleks stadion di sana. Mereka melakukan hal tersebut karena menganggap penggunaan atribut dayak pada ketiga hewan maskot PON–yaitu burung enggang, pesut, dan monyet–sebagai sebuah penghinaan. Pemakaian atribut itu dianggap menyamakan orang dayak dengan hewan.

burung enggang, pesut, dan orangutan

Maskot PON XVII: burung enggang, pesut, dan orangutan

Anggapan tersebut menurut saya merupakan sebuah pemikiran yang sempit dan dangkal. Hewan sebagai maskot lazim digunakan sebagai lambang identitas. Misalnya, untuk melambangkan “semangat bertarung,” hewan predator seperti macan digunakan sebagai maskot. Untuk perdamaian, burung merpati yang digambarkan sebagai maskot, dan sebagainya.

Penggunaan hewan bukan dimaksudkan untuk menyamakan orang dayak dengan binatang, melainkan menggambarkan semangat masyarakat dayak dengan simbol tertentu, dalam hal ini hewan. Dalam situs resmi PON disebutkan:

Burung enggang dengan mulut tersenyum menandakan masyarakat Kaltim yang ramah dan mulut sedikit terbuka mengisyaratkan atau memanggil seluruh anak negeri untuk berkumpul dan bersatu di Bumi Etam. Pesut yang sedang tersenyum sebagai pertanda masyarakat Kaltim yang ramah dan bersahaja. Sementara monyet dengan mulut yang juga tersenyum memberikan kesan yang ceria, ramah tamah dan suka cita menyambut PON XVII di Kaltim.

Dan tentu saja atribut Dayak melambangkan suku Dayak. Jadi, maskot ini berarti suku Dayak adalah suku yang ramah, bersahaja, ceria, dan penuh suka cita.

Ngomong-ngomong, di AS juga ada sebuah kontroversi yang hampir mirip dengan kejadian di atas. Suku pribumi di Amerika Serikat memprotes penggunaan tokoh, kultur, dan simbol-simbol mereka digunakan sebagai maskot. Misalnya tokoh Indian Chief Osceola yang dijadikan maskot Florida State University. Atau Tommy Hawks, maskot tim ice hokey Chicago Blackhawk, dengan gambar orang indian di bajunya. Mereka juga menganggap hal tersebut sebagai pelecehan terhadap budaya Indian. Selengkapnya dapat Anda baca di Wikipedia🙂

chief osceola

chief osceola

Tommy Hawk dengan gambar orang Indian di perutnya

Tommy Hawk dengan gambar orang Indian di perutnya

Explore posts in the same categories: berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: